Hi, it’s saddest day of the year. Gimana tidak hal yang
tidak pernah terlintas dibenakku terjadi. Oke aku akan cerita dari awal,
seperti biasa pagiku seperti pagi-pagi yang lain palingan yang berbeda saatku
memotong kuku karena hari ini memang disunnahkan untuk memotong kuku, yap ini
adalah hari Jum’at yang merupakan hari spesial bagi setiap muslim. Saat siang
hari pun sama dengan pekan-pekan yang lalu, kewajiban muslim untuk sholat Jum’at
di masjid aku jalani, tapi yang berbeda kali ini adalah tema yang dibawakan
oleh khatib yaitu tentang ikhtilaf pemersatu ukhuwah islamiyah yang
diilustrasikan oleh imam-imam terdahulu, dan akhirnya jika ukhuwah islamiyah
sudah bersatu maka ummat akan kuat. Namun setelah selesai sholat Jum’at sebuah
berita di Instagram membuatku merasa sangat sedih, marah, geram, sampai aku
tidak tahu lagi perasaan apa lagi yang akan kuluapkan. Ialah berita tentang
seorang pria membantai jamaah suatu masjid di Christchurch. Pelaku tersebut
bahkan menurutku sudah bukan manusia lagi bagaimana tidak perlakuan biadabnya
diawali dengan melakukan live streaming di Facebook kemudian tiba-tiba menembak
membabi-buta di dalam masjid tersebut, sangat tidak manusiawi memang. Sampai
tulisan ditulis, update terbaru korban mencapai 40 korban jiwa. Kesimpulan yang
bisa sedikit ku tarik dari perbuatan pelaku biadab itu adalah mungkin dia
berpikir tidak akan berefek apa-apa membunuh beberapa orang muslim, sampai
berani-beraninya melakukan live streaming pembantaian. Perbuatan semacam itu
bahkan pertama kali aku lihat sepanjang hidupku, bukan hanya pembantaian tapi
mengolok-olok secara terang-terangan ummat islam. Terakhir, pertanyaannya
sekarang adalah apakah ummat akan membuka matanya atau malah tetap diam saja
dengan pukulan telak ini, yang kedua siapa yang akan melindungi muslim di
negara minoritas?
Sempat aku berpikir bagaimana perasaan korban, yang mana
kurang dari dua bulan lagi bulan Ramadhan, aku yakin mereka sangat
merindukannya. Hal ini pun yang membuatku sangat sedih yang mendalam. Yang
paling akhir, aku do’akan saudaraku yang menjadi korban kebiadaba The Real
Terrorist tersebut diterima amalnya disisi Allah Subhannahuwata’ala. Aamiin...
#therealterrorist
#christchurch
Jum'at, 8 Rajab 1440H
Jum'at, 15 Maret 2019
Salam Penulis,
Salman Alparisi.
Komentar
Posting Komentar